Topik tulisan lama saya ini saya angkat kembali seiring perubahan gambar header halaman blog ini (baru header, belum domain). Saya suka dengan gambar orang sedang berselancar karena disana saya merasakan aroma kerja keras, dinamika, pencapaian prestasi, semangat pantang menyerah, gairah dan kesenangan. Meskipun di tiap jengkalnya penuh dengan kendala dan kesulitan.
Mereka bak menari di atas gelombang. Bergerak lincah justru saat gelombang datang, bukannya menunggu saat tenang. Dan rasanya nggak mungkin mereka berselancar sambil berkeluh kesah. Meskipun situasi yang dihadapi terus berubah, meskipun tempat berpijaknya teramat goyah, mereka tetap meluncur dengan penuh gairah.
Di sisi lain, sering kita jumpai dalam keseharian adanya orang yang demikian hobi aritmetika (dulu pelajaran berhitung namanya). Jika diberi tanggung jawab yang agak berat, respons pertamanya adalah menghitung berbagai kendala yang akan dihadapi. Langkah berikutnya adalah meminta berbagai fasilitas dan dukungan untuk menjalankan tanggung jawab tersebut. Dan tak lupa minta dimaklumi jika kelak terjadi kegagalan. Haiya….
Dan kalau anda saksikan lebih jauh, saat melaksanakan tugas biasanya dia akan terus bersungut-sungut, hingga penuh sungut di kepalanya. Sangat tampak bahwa kenyamanannya terganggu. Tidak terlihat adanya gairah, apalagi kesenangan. Sepertinya tidak ada keinginan untuk meraih suatu pencapaian tertentu.
Menghadapi orang seperti ini biasanya saya ikut menghitung dengan jari saat dia mengungkapkan berbagai kendala. Setelah dia selesai dengan unek-unek kendalanya, biasanya saya bertanya,” Masih ada lagi ?” Setelah dia menggeleng, barulah saya mulai berkomentar. Begini bunyi komentar saya,” Ini menarik, pren ! Saya hitung ada 7 paket kendala. Jumlah yang bagus untuk Anda menari di atasnya”.
Biasanya yang bersangkutan menganggap saya bergurau, padahal saya serius. Anggap saja kendala tadi adalah tonggak-tonggak batu, berloncatan menari di atasnya sangat menantang. Kalau cuma dua-tiga kendala kurang seru, ujar saya.
Saya berikan pertimbangan sederhana untuk memicu semangatnya. Kalau kendalanya banyak, maka bila gagal masih cukup wajar. Tapi ingat, bila berhasil maka akan menonjol prestasi yang ditimbulkannya. Nah, jika menghadapi kondisi demikian, yang perlu dilakukan adalah : siapkan posisi, dengarkan irama, ayunkan langkah menari dengan senyum ceria menghias bibir, serta mata berbinar penuh semangat. Dilihatnya juga enak dibanding bersikap loyo, langkah limbung, bibir merengut dan pandangan mata kuyu. Ya nggak ?
Dari hari ke hari kehidupan semakin keras, permasalahan juga semakin kompleks dan beragam. Namun jangan lupa bahwa dibalik kompleksnya permasalahan justru tersembunyi banyak peluang. Akhirnya tinggal pilih saja, mau jadi pemenang atau pecundang. Pemenang akan selalu siap bersemangat menyibak kendala dan menggarap peluangnya, sedangkan pecundang hanya meributkannya dan sibuk menyusun berbagai alasan mengapa tidak mendapatkan peluang.
Kembali ke gambar header blog ini, peselancar secara sadar mencari kesenangan diantara ombak yang berlarian, dimana tiap jengkalnya adalah kendala yang bisa membuatnya terjatuh. Dengan penuh semangat dan ceria, dia menari diatas kendala-kendala tersebut, memanfaatkannya untuk menuju pantai sasaran. Kalau terpaksa jatuh, dia akan ulangi lagi, belajar dari kegagalan, dan tetap penuh semangat.
Tak ada orang menari sambil bersungut-sungut. Tak ada peselancar yang ribut mengeluhkan sulitnya menaklukan ombak. Jikalau muncul banyak kendala, jikalau ada beragam tantangan, maka sudah waktunya kita untuk bersenang-senang. Just do it ! Goyang, Mang…!


masalah ada untuk medewasakan kita.
Masalah ada untuk menguatkan kita
masalah ada untuk menjadikan kita bijaksana
itu mungkin yg tidak disadari banyak orang…
lets dance… on the floor (red.problem)
masalah memang salah satu tiket utk menaikkan grade kita. Makasih mas arief atas kunjungannya
Hidup pasti ada masalah, karena masalah itu bagian sistem kehidupan. Cintailah masalah (kendala) sprti seseorang mencintai kekasihnya.
Persis analogi ms skrg “seorang pelancar”
analogi mas juga klop, kebetulan dulu sy pernah punya kekasih yg sering bikin masalah, akhirnya sy cintai keduanya, ya kekasihnya ya masalahnya he…he…
keindahan kata-kata terangkai menjadi sebuah karya.
Sungguh sebuah artikel yang menawan.
Salam Untung Nyata!
smoga manfaatnya juga menawan, salam kembali mas budhi
kalo gitu ayo jadi peselancar di khidupan sehari2 kita…
yoi mas, yuk kita kemon. makasih super senior udah nyempetin dateng.
Masalah bukan hal yang seharusnya dipermasalahkan. Masalah, kalau dilihat asal katanya adalah masa alah: masa mengeluh… hehe, mengeluh manusiawi, tapi jIka terus mengeluh sambil melenguh artinya kepala kitalah yang menempel pada mulut. hidup persib!!
Kitu nya Kang, jeung persib naon hubunganana ? ek..ekk.ek
kita hidup saja sudah menjadi masalah, bagi orang tua kita, hehe… bikin repot mereka, jadi masalah memang sangat erat dalam kehidupan kita.
kayaknya seperti kembaran atau kawan seiring saja ya bang Hanif, lengket gak mau lepas. makasih kunjungannya.
salam kenal Mas
artikelnya bagus bagus nih. tentang Motivasi
Thanks
Imamz
Terima kasih mas Imam, salam kenal kembali.
Sebagai seorang yang mau berubah resiko tidak bisa di hindarkan, malah harus di lawan!
Saya setuju sekali mas, dengan menganalogikan dengan peselancar. Having Fun aja and Keep Moving Forward. Hadapi dengan rasa syukur, Insya Allah di beri ketentraman hati dalam menggapai perubahan yang lebih baik.
Salam kenal mas.
Terima kasih doanya mas, …..eh buat saya bukan ya ? Buat semua yang sedang bertransformasi deh. Salam kenal kembali.
Menghadapi Masalah Bagaikan menata kematangan Jiwa dan menyempurnakan sesuatu yg belum Sempurna
Cocok sekali mas Rafi. Kalo lulus satu masalah, rasanya seperti baru kenaikan kelas ya…
masalah adalah perhiasan hidup…
tapi sayangnya seringkali saya mengeluh jika dapat masalah..
mudah-mudahan bisa berubah..
trims pencerahannya pak..
salam hangat selalu,
kalo bisa mengeluhnya sambil senyum mas Nanang, biar kelihatan lebih sumringah gitu…
artikel yang luar biasa mas….
masalah… adalah sebuah penerapan ilmu nyata untuk lebih baik lagi….
nice post…
Terima kasih, mas. Biar ilmunya teruji ya….. Smoga selalu dapat A
Tantangan bukan untuk dihindari …. nikmati tantangan itu …niscaya kita berhasil melewatinya dengan enak dan enjoy.
Betul sekali pak, ternyata menarik juga menikmati tantangan yang berbeda-beda. Terima kasih.
Hanya mereka yang bisa melewati tantangan yang menghadang di depan kita dengan tegar yang akan berhasil. Tantangan dan masalah pasti selalu ada. Keberanian kita untuk menghadapinya yang akan menentukan sukses atau tidaknya kita.
Salam sukses.
Keberanian….saya catat ini, pak. Terima kasih telah berkunjung. Salam sukses juga buat Bapak.
hidup tanpa masalah,bagaikan blog tanpa tulisan.salam kenal mas
ha…ha…bisa aja mas ipul, kosong terasa ya. salam kenal kembali, jangan bosan berkunjung
Komentar saya adalah TOP BGT…. bagaimana membuat masalah/tantangan menjadi peluang. salam kenal
Nuhun, Kang…. smoga tetap bersemangat menghadapi apa pun tantangan yg datang.
[...] ? Bedanya adalah saya berusaha untuk memilah dan memilih mana jenis komentar yang bisa menimbulkan gairah dalam blogging. Barangkali saja ada hal baru dan bermanfaat buat sobat pembaca [...]
[...] dikerahkan, bahkan tenaga dalam simpanan juga bisa terbangkitkan. Coba, deh ! . . . Baca juga : Kendala ? Mari Berdansa ! Belajar Menikmati Hari Ini Seberapa Berubahkah Anda ? Titik Balik [...]
[...] atau hari raya ? Jika ya maka saya ucapkan selamat menjalankan mudik dan selamat berjuang mengatasi kendala di perjalanan. Semoga saja anda bukan termasuk yang harus berjuang keras dalam proses mudik [...]
[...] deh, saya akan menganggap ringan saja. Tapi….. ada satu kendala lagi yang berat dan sulit dilakukan. Hoalah, masih saja ada alasan. Apa sih kendala itu ? Ini nih, [...]