Karena ini juga blog pekerja, saya coba untuk menulis sedikit tentang dunia kerja. Saya kira masih ada para sobat yang saat ini masih bekerja atau kelak berencana memasuki dunia kerja lebih dahulu sebelum memutuskan untuk full ke bisnis. Bukan mengenai cara bekerjanya, namun bagaimana memandang kerja sebagai bagian dari investasi.
Dunia kerja sebenarnya tidak sepenuhnya hanya berisi penghasilan aktif berupa upah atau gaji. Di dalamnya ada juga unsur investasi, tergantung bagaimana kondisi perusahaan/instansi tempat bekerja, bahkan tergantung bagaimana sang pekerja menyikapinya. Saya katakan investasi karena ada hal yang harus ditanam dan baru kelak mendapatkan hasilnya. Wah, dimana tuh letak investasinya..?
Untuk mengetahuinya, lebih dulu kita lihat apa saja yang diperoleh seorang pekerja dari tempat kerjanya. Pertama, pekerja memperoleh upah/gaji dan jenis pemasukan lainnya seperti bonus, insentif, tunjangan, dsb. Selain itu, di akhir masa kerjanya pekerja juga memperoleh pesangon atau pensiun, tergantung aturan setempat yang berlaku.
Selain itu, biasanya pekerja juga memperoleh pelatihan/training untuk meningkatkan produktifitas kerjanya. Baik pelatihan yang bersifat teknis atau pun manajerial. Kadang pekerja bahkan bisa memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan dengan biaya perusahaan.
Satu hal lagi yang diperoleh seorang pekerja namun kadang tidak terlalu disadari, yaitu pengalaman. Semua yang dihadapi dan dialami seorang pekerja setiap harinya di tempat kerja merupakan pengalaman yang masuk ke dalam dirinya. Bisa pengalaman menyenangkan, bisa saja pengalaman menyusahkan.
Nah, itu saja dulu. Kalau sudah dirinci seperti ini, akan mudah bagi kita untuk memilah dan memilih mana yang merupakan investasi. Tapi tulisan ini dimaksudkan bukan hanya sekedar untuk memilah dan mengetahuinya. Yang terpenting adalah bagaimana setelah tahu dan menyadarinya, lalu berupaya menyikapinya dengan benar agar bisa ditingkatkan nilainya.
Pesangon atau uang pensiun menurut saya merupakan hasil investasi. Jika dianalogikan dengan bisnis, bekerja seperti layaknya berinvestasi di suatu usaha dengan modal uang nol (kecuali masuknya nyogok). Usaha tersebut menghasilan pemasukan rutin buat kita (bisa dianggap upah kerja atau laba dibagikan), dan diakhir masa kita memanen hasil investasi tsb dalam bentuk uang pesangon/pensiun.
Kita sering mendengar bahwa pendidikan merupakan investasi. Demikian juga pelatihan yang kita peroleh di tempat kerja. Kadang kita malas mengikutinya, apalagi kalau faktanya tidak berefek pada karir. Dengan menyadari hal itu sebagai investasi, kita semestinya lebih bersemangat mengikutinya. Kalau memungkinkan bahkan perlu aktif meminta untuk ikut pelatihan tertentu yang kita anggap penting untuk masa ke depan nanti.
Bentuk investasi berikutnya adalah pengalaman kerja. Bukan hanya untuk keperluan pindah kerja, bahkan untuk bisnis pun pengalaman di tempat kerja selalu ada yang berguna untuk dimanfaatkan. Sebagai contoh, pengalaman pelayanan pelanggan, relationship, kerjasama tim, leadership, negosiasi, dsbnya. Serendah apa pun posisinya saat bekerja, selalu ada pengalaman berharga yang bisa bermanfaat kelak dalam usaha.
Terakhir, mari kita simak bersama cerita seorang mas Karyo, petugas cleaning service selama 5 tahun di suatu kantor, dan baru saja berhenti kerja. Karena prestasi kerjanya, dia memperoleh pesangon alakadarnya plus beberapa lembar sertifikat pelatihan dan penghargaan. Dia berniat memanfaatkan hasil investasinya selama bekerja ini untuk diinvestasikan kembali ke kegiatan baru, kegiatan bisnis.
Bisnis barunya adalah penyedia tenaga cleaning service. Sebagian uang pesangon digunakan untuk modal awal usahanya, pengalaman dan hasil pelatihannya digunakan untuk mendidik tenaga-tenaga baru, lembaran sertifikatnya digunakan untuk memperkuat penawarannya ke perusahaan-perusahaan. Dan satu lagi hasil investasinya yang tidak dibahas di atas namun amat bermanfaat dibisnisnya kini, yaitu jalinan koneksi dengan orang-orang yang dikenalnya semasa bekerja.
Nah, silakan bekerja sambil berinvestasi.
Kata kunci menemukan artikel ini :
unsur unsur dalam proses bekerja
investasi
investasi laba dalam usaha
unsur-unsur investasi
unsur investasi
mandiri dalam bekerja
unsur dalam bekerja
unsur dalam proses bekerja
investasi paling pas untuk pekerja kantoran


wah si mas Karyo calon-calon bakal besar tuch bisnis penyedia tenaga cleaning servicenya ^_^
kalau lihat perkembangannya sih begitu…
itulah, kadang enggak perlu hal terlalu rumit untuk bisa menghasilkan
bener mas…kalo bisa yang simpel kenapa gak ???
oia mas, itu feedburner langsung jadi 3 ! wedewh !!!! mantepp…
oia mas, tukeran link yuk mas… ^_^
Linik mas, sudah saya pasang tuch mas.., sebagai penghormatan kepada yang lebih senior…. ^_^
waduh, berat terima penghormatan kayak gini, mesti dijaga banget biar gak ngecewain..tks
btw, tadi pagi emang udah diniatin malem ini mo pasang link ke mas Khalid biar gampang menjangkaunya
waw sudah dipasang !!!! makasih banyak ya mas ^_^
Mantab, koneksi dengan relasi lama adalah yang utama. Banyak yang melewatkan hal ini, padahal sangat krusial dalam proses selanjutnya.
kalau enggak punya rencana yang jelas, banyak hal-hal berharga lewat begitu aja
Bekerja sambil berinvestasi memang seringkali dianjurkan sebagai tahapan untuk mendapatkan pendapatan pasif atau tambahan penghasilan lainnya, sebagai tabungan masa depan. SALAM KENAL, ini kunjungan perdana saya.
TERIMAKASIH telah berkenan Berbagi Kata Bersama…
bekerjanya itu sendiri udah investasi, apalagi sambil investasi semacam itu, makin banyak tabungannya.
Salam kenal kembali, terimakasih telah berkunjung.
iya mas, Investasi bukan hanya sekedar berbicara mengenai materi, ada hal-hal yang lebih sekedar materi..pengalaman adalah investasi yang paling berharga menurut saya
malah yang non materi begitu yg biasanya menghasilkan materi berlimpah, selagi bisa memanfaatkannya.
Alhamdulilah saya juga seperti itu mas, saat ini saya bekerja di korea, dari modal dan pengalaman akhirnya saat ini saya sdh bisa memasukan produk industri kecil saya ke korea. mudah2an berjalan lancar.
Selamat mas Andrik, saya doakan semakin lancar dan terbuka peluang lainnya.
Kayaknya perlu di share ke temen-temen mas jurus-jurusnya, kalo gak keberatan
dinantikan jurus-jurusnya ya mas… share ya mas..
blogwalking mengunjungi rekan netters juga investasi bisnis, pengalaman bukan hanya semata mendapatkan backlink tapi lebih jauh lagi bisa terjalin hubungan bisnis di masa depan..gak ada yang tahu bukan ?
jeli sekali pandangan sampeyan, malah gak kepikir kemaren…
tapi betul sekali itu… kenapa tidak ? banyak hal bisa terjadi
wow…. ini yang kadang terlupakan mas.
Apapun yang sedang kita kerjakan sekarang seharusnya memang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk membangun personal image. Kalau personal imagenya sudah baik mau kerja kantoran atau bisnis, pasti ke pake….
Terima kasih sudah diingatkan mas
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
betul sekali mas Octa, personal image yg baik seringkali bisa mengkompensasi beberapa kekurangan kecil yang dimiliki seseorang
istilahnya kalau udah jago kungfu,mau jadi atlet apa gak, tetep berguna saltonya buat ngajarin anak ya mas ????
gurakrak !!!!! ( dialog tadi malem )
satu hal yang membuat blog ini unik menurut saya. karena ada upaya untuk melihat sisi lain dari kehidupan ini. saya berikan sanjungan yang pantas untuk itu pak.
andai saja, sebagaian besar pekerja memahami itu dan benar-benar mengimplementasikannya, saya yakin, dunia makin gemerlap oleh semangat-semangat pembaharuan.
sukses untuk kita semua pak..!
makasih mas Fadly, memang tidak mudah melihat lebih cermat hal2 yg sudah jadi rutinitas kita
yang sulit biasanya dalam menjaga perspektif, karena terlalu dekat dengan permasalahan
ada baiknya secara berkala kita menjauh sejenak dan memandangi dari kejauhan…banyak sisi akan terlihat
hehe selama ini tidak banyak yang sadar yaw
good good mas artikel yang bagus, tapi klo boz na resek gmn yaw hahah :-p
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihhh
bos baik kita bantuin, bos rese kita manfaatin…
kalo yang di atas banyak maunya, yg di bawah kudu banyak akalnya….
hwehe.. bukan ngajarin jelek ni ye…
saya baru sadar jika pendidikan juga investasi… wah3x telmi nih
tergantung juga sih mas… dimanfaatkan apa enggak
wah ini sudut pandang yang bagus sekali. Seandainya banyak para pekerja yang membaca, tentu baik sekali. Menumbuhkan sisi entrepreneur di kalangan pekerja.
betul pa, kayanya hikmah sekian tahun bekerja terangkum disini plus bisa merasakan bagaimana menjadi seorang employee sekaligus entreupreuneur (saat memimpin koperasi).
banyak yang tidak sadar mengenai hal ini, padahal kalau digali lagi dari sisi non financial akan lebih banyak lagi…
jadi kalau kita masih jadi employee, banyak hal yang bisa dipelajari dan banyak hal yang bisa dijadikan bekal untuk investasi langsung maupun untuk masa depan…
trims atas pencerahannya pa
kayaknya mesti tak ubek2 neh blog biar lebih banyak wawasan lagi neh
[...] itu, bagi anda yang saat ini masih pekerja kantoran, jangan lupakan unsur investasi dalam bekerja. Bagi anda pekerja mandiri, kembangkan ketrampilan anda untuk bergerak ke kuadran B. Dan bagi anda [...]
[...] perusahaan pengembang/developer perumahan. Setelah sekian tahun dia bekerja, memperhatikan betul unsur-unsur investasi dalam bekerja, akhirnya dia merasa pede untuk mandiri berbisnis. Dia membangun rumah-rumah [...]
[...] Maksudnya tentu mencari info tentang bagian-bagian proses pekerjaan. Tulisan yang ditemukan : Unsur investasi dalam bekerja. Tulisan ini hanya membahas proses yang mengandung unsur [...]