Berbicara istilah hamil, banyak cerita menyangkut reaksi orang mendengar kata ini. Enggak usah jauh-jauh, dari orang-orang yang saya pernah kenal saja saya bisa mengumpulkan banyak cerita menyangkut hamil ini. Agar tidak terlalu banyak, cukup kasus hamil pada manusia saja ya !
Pastinya banyak hal yang tidak obyektif bila sudah menyangkut kata yang satu ini. Peristiwa hamilnya itu sendiri sebenarnya suatu peristiwa yang bersifat fisik saja, tapi ternyata bisa sangat menyentuh kepada emosi jiwa seseorang. Ya itulah kehebatan kata-kata.
Biar lebih jelas apa yang saya maksud, coba pikirkan pertanyaan ini. Menurut anda, kira-kira bagaimana respon terhadap kata hamil pada kondisi kasus-kasus berikut.
- Pada keluarga muda yang baru beberapa bulan menikah.
- Pada keluarga yang belum juga dikaruniai anak meski telah bertahun-tahun menikah.
- Pada orang yang sedang mengikuti KB secara ketat.
- Pada orang tua yang sedang khawatir karena memiliki anak gadis yang terlibat pergaulan bebas.
- Pada orang tua yang sedang sangat menginginkan cucu.
Anda bisa menambahkan lagi kondisi-kondisinya, makin ekstrim makin bagus.
Kenapa sih membahas masalah hamil ?
Sebenarnya ini hanya untuk contoh saja. Kebetulan tadi saya mendengar kata ini dari anak bungsu saya. Ketika mamanya bertanya kenapa kok guru kursusnya sering sakit, anak saya bilang bahwa gurunya sedang hamil. Informasi ini menimbulkan kesan khawatir pada istri saya, bahwa kejadian ini akan sering berulang.
Contoh kata ini memang sengaja saya pilih agar agak ekstrim. Maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa suatu kata meskipun dimaknai sama oleh setiap orang, tapi bisa memberi efek berbeda pada setiap orang. Pemahaman ini menurut saya penting bagi blogger yang bermainnya memang dengan kata-kata.
Kata hamil pastinya tidak akan memiliki makna yang berbeda-beda pada tiap orang. Semuanya tahu dan sepakat bahwa hamil adalah proses pembuahan sel telur oleh sel sperma yang berkembang menjadi janin dan kelak menjadi bayi manusia. Tapi mengapa kata yang disepakati maknanya tersebut bisa menimbulkan reaksi berbeda ?
Disinilah yang saya maksud sebagai nilai rasa seseorang yang mendengarnya, sebagaimana pernah saya tulis sebelumnya di artikel tentang tata cara menulis. Dan jelas hal ini dipengaruhi oleh kondisi pendengar tersebut. Siapa dia, apa profesinya, apa yang sedang dialami, dan sebagainya. Nilai rasa ini yang akan mempengaruhi jenis respons yang akan muncul.
Dengan demikian kita tidak perlu terkaget-kaget bila mendapat reaksi atau respons yang aneh dari pembaca tulisan kita. Saya tidak heran bila judul dan uraian saya tentang hamil di atas langsung dihindari oleh pembaca yang kebetulan sedang sensitif dengan kata tersebut. Misalnya saja dia sedang dalam kondisi seperti contoh kasus nomor 2 di atas.
Atau yang agak fatal adalah anda menyinggung istilah yang di suatu komunitas menjadi hal yang sensitif untuk dibicarakan. Umumnya karena kata atau istilah tersebut merupakan konotasi buruk komunitas tersebut. Meskipun yang bersangkutan jauh dari perbuatan atau perilaku tersebut.
Sebagai contoh, kata koruptor pasti kata yang tidak nyaman di dengar kalangan pejabat. Kata malpraktek juga bukan kata indah di telinga komunitas tenaga medis. Seperti juga kata langsing mungkin serasa sembilu di kumpulan ibu-ibu yang overweight. Mungkin lho !
Begitu juga di komunitas blogger, atau lebih khusus lagi di komunitas pebisnis online, jangan coba-coba menggunakan kata yang kurang sedap di telinga. Eh, tapi ngomong-ngomong, ada enggak sih kata seperti itu di kalangan blogger atau pebisnis online ? Saya belum menemukannya, tapi mungkin anda tahu. Bolehlah dishare kalau ada, hehe….
Namun tidak semuanya yang berhubungan dengan nilai rasa berarti negatif. Seperti juga kata hamil di atas yang juga bisa direspons positif, kata-kata tertentu lainnya juga bisa menimbulkan kesan positif. Atau kalau pun bukan positif tetapi merupakan kata yang menimbulkan rasa untuk ikut menyimaknya. Bahkan saking menariknya, ini bisa dimanfaatkan sebagai trending topic.
Saya masih ingat kasus screenshot penghasilan seorang pebisnis online dulu. Bagi orang lain istilah ini bisa saja bukan istilah yang cukup menarik minat. Tapi kala itu di kalangan blogger / pebisnis online istilah ‘screenshot penghasilan’ merupakan istilah favorit untuk dibahas. Pastinya karena menimbulkan nilai rasa atau kesan tertentu yang cukup istimewa.
Dengan mengetahui nilai rasa dari suatu kata atau istilah, seorang blogger yang cerdas akan lebih mampu memainkan kepandaiannya berolahkata untuk membuat artikel yang menarik. Bukan saja menarik karena kemampuannya menambah wawasan, tapi juga karena kemampuannya mengharu-biru perasaan pembacanya.


kunjungan malam mas, lagi membahas kata hamil yah?
kalau menurut saya, kata hamil untuk poin 2 dan 5 pasti bermakna positif mengingat hal itulah yang sedang di nantikan. sedangkan yang lain, mendengar kata ini seperti nyanyian hantu di telinga. ngeri loh… hehehehe
hehehe… padahal hamil ya hamil, gak ada pengertian lain ya mas. Ternyata ada yg seperti nyanyian hantu…hiiiiiyyyy !
Ma’af kang OOT. Ada award untuk akang. Silahkan di cek. Trims
udah di cek Kang. Makasih ya, nanti PR nya saya buat
Setuju Kang, suatu istilah yang kita kemukakan pasti mendapatkan respon yang berbeda. Contohnya ketika baca judul di atas, yang terbersit dalam benak saya adalah ‘ “Wah, Kang Hery mo punya Bayi aru nih kayanya!” Hehehe…
Ternyata inspirasi juga isinya
huekekekk…., si bungsu tos smp Kang. Tonk ah lamun tiasa mah
terimakasih pa Heri, artikel ini mengingatkan kita semua akan kekuatan sebuah kata, tidak hanya dari sisi terminologi tapi lebih penting lagi keterlibatan emosi antara penulis dan pembaca.
dan itu modalnya penulis kan Kang ?
Pembahasannya sangat menarik mas, walaupun saya belum menikah.
kalau begitu, sementara jauh-jauh dulu dari kata itu ya mas, hehe…
kalo dalam dunia blogger mungkin tukang kopi paste…copaster pa’e….
itu sensitif ya ? kirain udah jadi tradisi, mas…
temen saya udah hamil 2 bulan mas !
( ini yang namanya komentar gak nyambung dengan artikel atau malas mikir )
buat nyindir yang komentarnya pada kayak gini…di blog ini mas… ngotor2in aja.
hehehe…nggak apa2 mas, sebagian blogger kadang tidak cukup waktu buat lama2 membaca. Seseorang akan memperoleh sesuatu sebesar apa yg bersedia dikorbankan utk memperolehnya.
setiap kata dan hal dapat dikonotasikan berbeda-beda oleh setiap orang, tergantung pergaulan dan tingkat pendidikannya.. saya setuju bahwa kita tidak boleh asal omong dan asal tulis, harus dipikirkan dulu apa akibatnya.
betul mas, kehati-hatian sangat diperlukan. Meskipun begitu, karena beragamnya kondisi orang, agak sulit untuk mengendalikannya secara keseluruhan.
ane punya kasus pak. gini :
ada cewek gak dikenal tiba tiba nyamperin ane pas lagi di mal, terus bilang keras keras sampe kedengeran orang “Mas… aku hamil….kamu mesti tanggung jawab…”
jiaaaah….hehehehehe
boleh juga nih pak, untuk bombardir keyword sampah..
saya coba jawab ya kang
1. Pada keluarga muda yang baru beberapa bulan menikah
kata hamil bisa menjadi kata yang didambakan untuk mereka yang segera ingin punya momongan, tetapi juga kata yang belum mau didengar bagi pasangan yang ingin menunda dulu punya anak
2. Pada keluarga yang belum juga dikaruniai anak meski telah bertahun-tahun menikah.
kata hamil menjadi semacam jawaban Tuhan akan doa mereka, saya rasa sujud syukur dan senyum bahagia akan menghiasi keluarga ini setiap hari
3. Pada orang yang sedang mengikuti KB secara ketat.
kata hamil bisa dianggap semacam musibah dan kata yang mengagetkan, karena kelahiran anak bukanlah yang diharapkan untuk beberapa waktu.
4. Pada orang tua yang sedang khawatir karena memiliki anak gadis yang terlibat pergaulan bebas.
kata hamil adalah kata yang akan mengundang tangisan dan penyesalan
5. Pada orang tua yang sedang sangat menginginkan cucu.
kata hamil adalah kebahagiaan yang sebentar lagi akan menghampiri
sekian dulu kang, nuhun
yg paling heboh kalau mendengar pembantu hamil…
Saat mendengan hamil saat anak ku yang pertama aku gak kagit
tapi saat anak yang kedua semua jadi biasa saja 
Salam hangat seta jabat erat selalu dari Tabanan
mudah2an saya ndak salah mengartikan setiap kata yang ada di artikel ini.. Haha..
wah, bagus artikelnya ….. so, setiap kata atau kalimat bisa ditanggapi berbagai macam arti, tergantung dari kacamata pendengar gitu to mas???!!! ….
tukar link ya, maukan???trims
hamil??
pengeeeeeennnn..
hheehe
Hamil.. Itu memang karunia tuhan.
Namun, yg dikhawatirkan yaitu Hamil Diluar Nikah Alis Zina..
Bagi yang sudah menikah : Ya Terus Terus lah Hamil jika masih sanggup.. karena banyak anak banyak rezeki.. betul ga sih?? hehehe
hamil…..!
ini saya sedang hamil ANAK kedua….
reaksi saya waktu…..dinyatakan hamil ya….”BAHAGIA”
{karna ada suami….jadi ada yg tanggung jawab…..hehehhhe}…..