Dua kali postingan saya berturut-turut berbicara tentang musik dan lagu. Hal ini bukan tanpa alasan. Musik dan lagu memang menempati posisi khusus dalam hidup saya, dan saya rasa juga buat banyak orang lainnya. Ada yang bilang musik memperlembut jiwa, lagu menambah peka rasa.
Khusus untuk musik klasik, yang pernah saya baca malah memiliki pengaruh kepada kecerdasan seseorang. Jika ibu hamil sering memperdengarkan musik klasik sejak anak masih dalam kandungan, katanya si anak kelak akan memiliki kecerdasan istimewa. Nah, buat anda keluarga muda mungkin bagus juga jika hal ini menjadi salah satu terapi saat anda atau istri anda mengandung.
Mengenai manfaat musik klasik tersebut, pertama kali justru saya ketahui dari kawan lama saya Kang Aas Maesyanurdin pemilik blog kotakasa, sewaktu masih satu kota dan satu kantor dulu. Kebetulan saat itu istri Kang Aas sedang mengandung anak pertama. Infonya terlambat buat saya karena anak bungsu saya terlanjur sudah balita. Waktu hamil dulu malah lagu dangdut yang sering diperdengarkan, hehe…
Kesukaan terhadap musik dan lagu sepertinya akibat perlakuan orang tua ketika saya masih kecil. Saya masih ingat orang tua saya dulu sering menyenandungkan lagu saat saya mau tidur. Ayah saya biasanya bersenandung lagu klasik, klasik Jawa maksudnya, semacam Leloledung. Sedangkan Ibu saya lebih sering menyenandungkan lagu-lagu anak semacam Desaku, Burung Kutilang, Nyiur Hijau, Ibu Pertiwi, dan sejenisnya. Lagu Keong Racun belum ada saat itu.
Musik dan Lagu apa yang saya suka ?
Saya bukan penggemar fanatik jenis aliran musik tertentu. Sewaktu masih SMP dulu saya suka musik pop Indonesia, terus ditambah dengan pop Barat saat SMA. Lagu-lagu sealiran Guruh Soekarno Putra, Chrisye, dan Fariz RM sedang ngetop saat itu. Lagu Sakura Dalam Pelukan-nya Fariz RM bahkan ada tariannya, mirip gaya tariannya Swara Mahardhika yang memang sedang booming. Saya ingat pernah ikut manggung dengan tarian tersebut.
Selera musik saya selanjutnya beranjak ke jenis-jenis musik yang agak segmented, seperti Blues, Country, Rock n Roll, dan Swing. Blues dan Country sering menemani saya di tahun-tahun awal di Pulau Sumbawa. Lagu Country biasanya saya putar di siang hari saat merambah belukar dengan Taft atau truck besar pengangkut diesel milik kantor, serasa di film BJ And The Bear. Sedangkan lagu Blues adalah kawan melewati malam senyap di puncak gunung pada saat maintenance perangkat. Syahdu terasa !
Saking sukanya musik Blues, sengaja saya beli harmonika untuk belajar nge-blues. Tapi tak kunjung bisa juga memainkan dengan tiupan blues. Sama seperti keinginan memainkan Fur Elise-nya Beethoven dengan gitar klasik. Juga nggak lancar-lancar. Sepertinya saya lebih berbakat untuk menjadi pendengar saja.
Menjelang usia 30an, saya mulai menyukai musik dan lagu berirama etnik, khususnya Sunda dan Jawa. Sewaktu SMA pun saya sudah menyukai lagu-lagu Nusantara, tapi sebatas buat pementasan Vocal Group. Tapi khusus musik Sunda dan Jawa agak serius dan berat karena saya mulai mengkoleksi kaset Degung, Kacapi Suling, Gendhing Karawitan Jawa, dan sejenisnya.
Kalau di musik klasik Barat saya mendengar istilah Etude atau Opus, maka pada musik klasik tradisional ini saya mulai mengenal apa itu Pelog Slendro Pathet 9 misalnya. Hati amat tentram rasanya mendengarkan lagu-lagu tersebut. Sama dengan bila saya mendengarkan lagu-lagu Keroncong dari Sundari Sukoco atau Waljinah.
Dan kesukaan pada musik etnik tersebut bukan pada jenis yang serius saja. Pada irama yang lebih gaul, sepertinya tubuh saya pun bahkan lebih mudah “kesetrum” jika mendengar iramanya. Saya mudah terpicu untuk bergoyang jika mendengar irama jaipong, lengger, atau campursari. Seperti keinginan menari di saat saya mendengar irama rentak melayu atau bossanova. Minimal jempol kaki bergoyang, man !
Bagaimana dengan musik dangdut ? Sejak kecil hingga usia 30an saya tidak suka lagu dangdut, bahkan agak alergi. Kesukaan saya dengan dangdut dimulai dengan lagu Sakit Gigi-nya Obi Mesakh yang dibawakan oleh Yopie Latul. Kebetulan saat itu saya sedang senang mendengarkan album lagu-lagu Ambon-nya Yopie yang dibuat jazzy. Agak surprise juga mendengar dia menyanyi irama dangdut.
Tak dinyana, ternyata kesukaan saya dengan dangdut berlanjut hingga sekarang. Apalagi dengan irama dangdut koplo-nya, wah gayeng banget. Irama musik yang mampu membuat goyang memang belakangan amat saya sukai. Makanya, gaya musik kroncong ala Klantink yang berirama lincah segera saja menarik minat saya.
Yah, musik dan lagu memang menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Kadang sekedar menggambarkan suasana hati, kadang juga membantu menentramkan gundahnya hati. Sepertinya mampu membuat perasaan saya menjadi lebih peka dan mudah tersentuh. Apakah itu suatu kelemahan atau kelebihan, entahlah ! Yang jelas semua itu telah menjadi bagian dari diri saya.
Kalau anda, apa jenis musik dan lagu yang anda suka ? Adakah manfaat yang spesial buat anda ? Silakan berbagi jika tidak berkeberatan.


kebetulan hari ini hari kesehatan jiwa seluruh dunia, 10 oktober dengan musik saya kira bisa membuat jiwa bahagia .musik juga bisa untuk terapi kesehatan. terima kasih mas dan salam hangat untuk keluarga.
sisi kesehatan ini tidak banyak saya singgung di tulisan, tapi sesungguhnya amat besar perannya, khususnya buat kesehatan mental. Saya sangat merasakannya, mbak.
Makasih tambahannya.
wah kalo untuk tahun yang berada di kehidupan mas suara kelana, saya hanya bisa ikut nimbrung kalo mas Suara kelana bahas skid row, guns n roses, aerosmith….. kalo yang lain,,,,,saya gak bisa nimbrung tuhmas…..
tapi khusus dangdut…..saya memang gak suka dan alergi juga….. kayaknya gimanaaaaa gitu.
utk kelas hardrock gitu masih bisa lah saya nikmati, tapi kalo udah metal berat, waduh….paling kalo lagi marah2, hehe…
perlu lebih banyak menjelajah mas ke jenis musik lain, masing2 punya keunikan lho !
untuk sampe ke yang hard banget saya jgua gak mas…… apalagi yang teriak2 gak jelas….. itu mah jadi bukan skill…jadi kayak orang mau bunuh diri nyanyinya … gurakrak !
oia, mas suka sama Aerosmith gak mas ?
jenis musik merupakan hal yang bisa memberkan suggest ke sang pendengar…contok saya suka musik” yang menghentak ketika ingin menmbah semangat sebelum main futsal dan biar tidak ngantuk pa’e
kalo belum terbangkit juga semangatnya, boleh dicoba pake lagu2 perjuangan mas….
asal jangan pake tawuran aja ya, hehe….
Sebuah lagu kadang bisa lebih memberikan motivasi dari pada seribu petuah. Sebab lagu tidak pernah bersifat menggurui,….salam dari pekalongan
itu terjadi pada saya, mas…
Seru banget ya pangalaman Akang mah!
Soal musik dan lagu, emang banyak memberikan jiwa. Tentunya bergantung pada situasinya, kala butuh semangat penuh diiringini musik dan lagu riang asyik rasanya.
Kala suasana hati yang melo, lagu pop misalnya menjadi penyempurna
Saya sendiri musik/lagu apa pun pada dasarnya suka, asal jangan yang kerasa atau kedengarannya jorok gitu
musik dan lagu memang mengiringi perjalanan hidup saya Kang. Ibarat ilustrasi musik di film, tiap adegan atau potongan cerita punya musiknya sendiri.
nampaknya aliran musik kesukaan juga mengikuti perkembangan usia yah mas?
kalau saya senengnya dengar lagu dan musik apa saja, yang penting tidak ber-aliran keras
bisa ditebak mas orang yg lembut hati
musik sunda saya suka, karena orang sunda, hehe
Rock, blues..nyentuh banget
saya dulu punya album instrumentalia sunda Jangjawokan. Nyaman banget dinikmati saat tengah hari di bawah pepohonan.
Kalo dengerin blues di tengah malam, serasa ada di ladang kapas tempat Paman Tom bekerja. Irama yg menyayat hati…
saya itu paling seneng denger musik lawas2 baik barat atau indo, apalagi campursari-an, dripada musik2 band anak muda jaman skarang.
Sering juga sih tmen2 sebaya yang ngejekin saya katrok, ndeso, koyok wong tuwek dsb. Haha..
Tp tetep saja sya lbih enjoy menikmati musik sesuai selera..
mbales komen sampean ini saya sambil dengerin sinom parijoto :
sawahe jembar-jembar, bojone lemu-lemu
huehehe…
[...] jadi betul-betul menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Saya melihat itu pada tulisan tentang musik dan lagu di blog Suarakelana [...]
[...] secara keseluruhan menarik, namun frase yang paling saya sukai adalah di kala Putri Ayu menyanyikan lagu keroncong atau langgam. Petikan lagu Wuyung di lagu Kala Cinta Menggoda, petikan lagu Kroncong [...]
Musik sangat penting bagi pertumbuhan kecerdasan dan kedewasaan anak…
Namun semua harus didukung dengan lagu2 yang bermanfaat..
Saya punya koleksi lagu anak yang inspiratif, edukatif, dan motivatif…
Klik saja:
http://www.lagu2anak.blogspot.com
p.